Page 115 - BUKU SAKU PFI
P. 115
Bunuh diri bukan hal yang bisa disepelekan. Bila melihat angka
bunuh diri akan tampak, misalnya pada sepanjang 2005
sebanyak 30.000 kasus bunuh diri di Indonesia. Ini pun baru
angka yang dilaporkan saja. Ada banyak kejadian bunuh diri
yang ditutup-tutupi, entah karena rasa malu keluarganya, atau
demi menjaga kehormatan almarhum. Risiko bunuh diri
terkadang juga dikaitkan kasus alkoholik dan penyalahgunaan
narkoba.
Secara global, WHO menyatakan lebih dari 800.000 orang di
seluruh dunia meninggal akibat bunuh diri setiap tahun. Tingkat
bunuh diri di Indonesia berada pada peringkat ke-6 di Asia.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia tahun 2018, 6.1% penduduk usia lebih dari
15 tahun menderita depresi, hanya 9% penderita yang
menjalani pengobatan atau perawatan medis. Sisanya, 91%,
t i d a k m e n j a l a n i t i n d a k a n y a n g m e m a d a i u n t u k
kesembuhannya.
Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 mencatat 812 kasus
bunuh diri di seluruh Indonesia. Jawa Tengah dengan 331
kasus (terbanyak), disusul oleh Jawa Timur ( 119 kasus), Bali,
DIY, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Ada indikasi, dari satu orang
yang meninggal akibat bunuh diri, ada lebih dari 20 orang
melakukan percobaan bunuh diri. Sebagai contoh, data
American Foundation for Suicide Prevention menunjukkan,
108 Pedoman (5)

